BLOGGER TEMPLATES AND Zwinky Layouts »

Kamis, 17 Maret 2011

KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI: DAMPAK INTERNET BAGI MANUSIA

KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI: DAMPAK INTERNET BAGI MANUSIA

Oleh Mega Ayu Septrina

17 Maret 2011

Kemajuan teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat. Kemajuan teknologi informasi ini telah dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bekerja, sekolah, maupun hanya sebagai media hiburan. Banyak orang yang telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi ini, baik muda, tua, anak-anak, laki-laki maupun perempuan. Salah satu bentuk kemajuan teknologi informasi ini adalah seperti internet.

Internet (inter-network) dapat diartikan jaringan komputer luas yang menghubungkan pemakai komputer satu dengan komputer lainnya dan dapat berhubungan dengan komputer dari suatu negara ke negara di seluruh dunia, dimana didalamnya terdapat berbagai aneka ragam informasi (Akfiyanto, 2010). Fasilitas layanan internet browsing atau surfing, yaitu kegiatan “berselancar” di internet, kegiatan ini dapat dianalogikan layaknya berjalan-jalan di mal sambil melihat-lihat ke toko-toko tanpa membeli apapun (Akfiyanto, 2010). Internet saat ini sudah dianggap sebagai sumber informasi. Berbagai informasi bisa kita dapatkan melalui internet dengan hanya mengakses situs yang berkaitan dengan informasi yang kita cari, salah satunya yaitu melalui search engine. Melalui internet berbagai informasi dapat kita akses dengan cepat. Banyak sekali situs-situs yang dapat diakses melalui internet, seperti misalnya situs-situs jejaring sosial, blog, search engine, game online, email, e-banking, dan lain-lain.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas mengenai pengaruh kemajuan teknologi informasi, khususnya yang berhubungan dengan internet baik dampak positif maupun dampak negatifnya dilihat dari sisi psikologi. Dampak dari adanya internet ini tidak hanya dirasakan oleh orang tua, tetapi bahkan juga telah berdampak pada anak-anak.

y Dampak Positif Adanya Internet:

1. Dapat meningkatkan fungsi kognitif seseorang, karena mendapat banyak informasi yang bermanfaat dari internet.

2. Meningkatkan kemampuan dalam bersosialisasi.

3. Dapat meningkatkan potensi diri.

4. Meningkatkan daya kreatifitas dengan dapat melihat banyak hasil karya seni orang lain melalui internet.

5. Dapat mengurangi tingkat stress dengan adanya permainan-permainan ataupun situs hiburan lainnya yang dapat diakses melalui internet.

6. Dapat meningkatkan prestasi dalam hal studi, bekerja, ataupun yang lainnya dengan menggunakan informasi-informasi yang di dapat melalui internet.

7. Tumbuhnya self disclosure pada orang yang cenderung introvert sehingga dapat lebih terbuka kepada orang lain.

8. Tumbuhnya need of affection (kebutuhan afeksi), yaitu menjadi lebih suka bergaul dan menjadi bagian dari orang lain ataupun suatu komunitas tertentu.

9. Bagi orang yang pemalu, dapat menumbuhkan kepercayaan diri dengan mau menunjukkan atau memasang foto pada akun yang dimiliki.

10. Dapat mempertahankan hubungan sosial yang sudah lama terjalin dengan teman maupun kerabat.

11. Meningkatkan kreatifitas seseorang dalam hal menulis (dengan adanya blog di internet).

12. Dapat menjadi media curahan hati sehingga dapat mengurangi beban pikiran seseorang.

13. Dapat menjadi sarana untuk bertukar pikiran mengenai suatu topik/permasalahan, sehingga dapat memberikan ide atau solusi pada seseorang ataupun orang yang memberi komentar.

14. Dapat menambah wawasan dan gudang informasi dalam kognitif orang-orang yang membaca blog.

15. Dapat membentuk suatu komunitas dan tergabung didalamnya yang dapat meningkatkan kemampuan dalam berhubungan sosial.

y Dampak Negatif Adanya Internet:

1. Menjadi kecanduan (addictted) menggunakan internet.

2. Menjadi malas, baik dalam bekerja maupun belajar.

3. Menjadi boros, baik dalam hal uang maupun waktu. Jika seseorang kehabisan uang ataupun uangnya menipis, ia akan cenderung cemas karena jika uangnya habis ia tidak dapat bermain internet lagi atau bahkan jika ia sudah bekerja ia takut jika uangnya tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-harinya, hal ini dapat memicu stress pada diri individu. Jika individu tidak bisa mengatur waktu, maka apa yang seharusnya ia kerjaan akan terbengkalai sehingga ia tidak mempunyai manajemen waktu yang nantinya akan mempengaruhi pengaturan dirinya, dimana individu tidak dapat mengatur diri untuk mengerjakan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-harinya (tidak dapat menentukan skala prioritas).

4. Digunakan untuk melihat situs-situs pornografi sehingga dapat meningkatkan hasrat seks yang berlebihan (menjadi hypersex).

5. Tidak menjadi diri sendiri. Menjadi pribadi lain dalam berkomunikasi melalui internet, yang lama-kelamaan dapat mengubah pribadinya sendiri.

6. Menjadi pribadi yang individualis atau bahkan egois. Individu hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya.

7. Menjadi antisosial. Individu merasa nyaman dengan adanya internet sehingga merasa tidak membutuhkan orang lain karena dengan internet ia dapat melakukan semua hal, yang mengakibatkan dirinya malas bergaul dengan orang lain atau bahkan malas untuk berkomunikasi (berinteraksi) dengan orang lain.

8. Berubahnya kehidupan sosial. Individu tidak suka bergaul dalam dunia nyata, karena merasa lebih nyaman bergaul dalam dunia maya sehingga dirinya tidak perlu bertatap muka secara langsung dengan orang lain.

9. Cenderung suggestible. Mudah terpengaruh pada orang-orang yang tidak dikenal sehingga dapat terjadi tindak kejahatan yang menimpa kita.

10. Menjadi pribadi yang terlalu terbuka (extrovert) sehingga dirinya tidak dapat menjaga privasi diri.

11. Agresivitas. Dapat memicu pertengkaran (tindak agresi) antara pasangan, teman, atau bahkan keluarga. Hanya karena salah tulis dalam jejaring sosial dapat menimbulkan kesalahpahaman dengan orang lain.

12. Menjadi shopaholic. Tergiur dengan produk-produk yang ditawarkan dalam akun jejaring sosial yang menjual produk-produknya sehingga banyak menghabiskan uang untuk sesuatu yang belum tentu digunakan (tidak bermanfaat) yang membuat individu menjadi shopaholic.

Di atas telah dijelaskan dampak positif dan negatif dari perkembangan kemajuan teknologi, yaitu khususnya internet. Jelaslah bahwa ternyata internet sangat mempengaruhi kehidupan manusia baik secara positif maupun secara negatif. Dengan membaca dampak positif dan negatif tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya internet sangat bermanfaat dan membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hal bekerja, studi, maupun hanya sebagai media hiburan. Namun, ternyata internet juga sangat mempengaruhi kehidupan manusia yang dapat membuat manusia berkembang menjadi pribadi yang tidak baik.

Sumber Referensi :

Akfiyanto. (2010, Oktober). Pengertian internet. http://id.shvoong.com/books/1901179-pengertian-internet/. 17 Maret 2011 11:26 PM.

Minggu, 20 Februari 2011

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI/SDM (SUMBER DAYA MANUSIA)

Oleh Mega Ayu Septrina

20 Februari 2011

Saat ini perkembangan informasi sudah amat pesat dan canggih. Salah satunya adalah informasi melalui internet, dimana setiap orang dapat mengakses informasi apa saja yang mereka inginkan melalui internet. Sistem informasi melibatkan hubungan antara manusia dengan komputer (sistem). Berbagai bidang studi telah memanfaatkan teknologi informasi yang berbasis internet, termasuk didalamnya bidang studi psikologi. Dalam bidang psikologi, internet dimanfaatkan untuk mempublikasikan berbagai macam jurnal, hasil penelitian, pengetahuan mengenai psikologi, konsultasi secara online, lowongan pekerjaan, tes psikologi (tes maupun wawancara) secara online dan banyak lainnya.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi. Hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien (Wikipedia, 2010).

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu psychē yang berarti jiwa dan logia yang artinya ilmu. Sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa (Wikipedia, 2011).

HRD atau yang sering dipanjangkan menjadi Human Resources Department, bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Kami percaya bahwa pengelolaan dari sumber daya manusia yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek/pilar; dimulai dari: Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development), Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja (Performance Management), Perencanaan Karir (Career Planning), Hubungan Karyawan (Employee Relations), Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS. Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi (Setyawan, 2008).

Tiap perusahaan memiliki sistem untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem manajemen sumber daya manusia (human resource information system) atau HRIS. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. Sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP) (Setyawan, 2008). Dengan berkembangnya sistem informasi yang ada, maka adapun layanan yang berbasis sistem informasi dalam hal melayani kebutuhan sumber daya manusia (SDM).

Layanan Sistem Informasi SDM (HR Information System) adalah layanan yang berkaitan dengan pengaplikasian teknologi informasi dalam bidang SDM. Pada umumnya layanan ini digunakan untuk membangun suatu sistem informasi terpadu berbasiskan teknologi modern yang berkaitan dengan manajemen informasi dalam bidang SDM pada organisasi atau perusahaan (Optima Consultant, 2007).

Alat tes psikologi yang semula tidak dipublikasikan untuk umum, sekarang ini telah mulai dipublikasikan oleh pihak/orang-orang yang mengetahui tentang alat tes psikologi. Sebenarnya, alat tes psikologi tidak boleh bocor ke kalangan masyarakat. Karena banyak alat tes yang beredar di internet dilengkapi dengan trik-trik untuk mengerjakan tes tersebut. Adanya alat-alat tes yang dipublikasikan lewat internet ini akan berdampak tidak validnya hasil tes tersebut dan akan terjadi faking good dari individu yang mengerjakan tes yang bersangkutan dalam dunia nyata.

Adapun dampak positif dan negatif dengan adanya sistem informasi psikologi/SDM (sumber daya manusia), yaitu:

v Dampak Positif:

1. Efisien dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).

2. Dapat melakukan wawancara melalui video call, jika interviewee (orang yang diwawancara) dan interviewer (orang yang mewawancarai) tidak dapat bertatap muka/bertemu secara langsung.

3. Dapat melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.

4. Dapat menerima surat lamaran/curriculum vitae (CV) dengan adanya email.

5. Dapat dilakukan pertukaran database pelamar dengan perusahaan lain.

v Dampak Negatif:

1. Individu akan mengalami resistansi (kebal) atau sudah mengetahui materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.

2. Dalam melakukan wawancara secara online, dikhawatirkan individu tidak menampilkan dirinya secara benar, yaitu individu yang diwawancara disorot dengan webcam tetapi yang mengetik jawaban adalah orang lain. Ataupun jika melalui suara, dikhawatirkan akan adanya gangguan atau tidak lancarnya jaringan sehingga video maupun suara yang ada akan patah-patah (jaringan lemot), yang mengakibatkan terganggunya proses wawancara.

3. Banyaknya informasi yang diterima sering kali membuat kita kesulitan dalam
memilah prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak
jarang orang percaya begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa
terlebih dahulu menyelidiki kebenaran dari informasi yang dia terima (Dewin, 2010). Dalam hal ini, misalnya lamaran yang diterima melalui email.

4. Dengan adanya programmer yang dapat membuat software skoring alat tes psikologi, membuat programmer tersebut dapat melakukan pekerjaan orang-orang psikologi dalam hal skoring hasil.

5. Dengan adanya banyak sistem informasi SDM, dapat mengakibatkan pengurangan tenaga kerja, baik melalui PHK maupun menyempitnya peluang kerja bagi tenaga kerja yang tidak menguasai TI (Teknologi Informasi). Padahal belum tentu orang-orang yang tidak menguasai TI tidak memiliki kompetensi yang handal (Dewin, 2010).

Sumber Referensi :

Dewin. (2010). Dampak negatif sistem informasi. http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/dampak-negatif-sistem-informasi.html. 17 Februari 2011 11:26 PM.

Optima Consultant. (2007, Juli). Layanan sistem informasi SDM (HR information system service). http://www.konsultansdm.com/2007/07/layanan-sistem-informasi-sdm-hr.html. 17 Februari 2011 11:02 PM.

Setyawan, Yodi. (2008). Sistem informasi sumber daya manusia. http://yodisetyawan.wordpress.com/2008/05/02/sistem-informasi-sumber-daya-manusia/. 17 Februari 2011 11:26 PM.

Wikipedia. (2010, Desember). Sistem informasi. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi. 20 Februari 2011 2:47 PM.

Wikipedia. (2011, Februari). Psikologi. http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi. 20 Februari 2011 2:50 PM.

Minggu, 14 November 2010

IKLAN

Oleh Mega Ayu Septrina

14 November 2010

Promosi merupakan suatu hal yang penting dilakukan produsen untuk memasarkan produknya. Berbagai cara dilakukan oleh para produsen agar produknya laris dipasaran. Salah satu cara yang dilakukan oleh para produsen adalah dengan memasang iklan, baik melalui media massa, radio, maupun televisi. Menurut Jefkins (1996), iklan merupakan salah satu cara menjual barang dan jasa melalui penyebaran informasi iklan yang bersifat membujuk publik agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan tujuan strategi pemasaran pembuat iklan (dalam Nugroho, 2009). Menurut Dunn & Barban (1986), iklan juga sebagai suatu komunikasi non personal yang membutuhkan biaya melalui berbagai media yang dilakukan oleh kalangan perusahaan, organisasi nirlaba, maupun perorangan dengan menggunakan pesan iklan yang diharapkan dapat menginformasikan atau membujuk kalangan tertentu yang membaca pesan tersebut (dalam Nugroho, 2009).

A. SEJARAH IKLAN

Iklan tulis mulai dikenal sejak zaman Yunani kuno. Ketika itu, iklan berisi mengenai budak-budak yang melarikan diri dari tuannya atau mengenai penyelenggaraan pertandingan Gladiator. Pada masa ini, iklan hanyalah berupa surat edaran. Beberapa waktu kemudian barulah muncul metode periklanan yang ditulis dengan tangan dan dengan kertas yang lebih besar di Inggris. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648. Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di surat kabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah pertama muncul dalam majalah Harper tahun 1864.

Iklan pertama kali diperkenalkan di nusantara oleh Gubernur Jenderal Hindia-Belanda periode 1619 – 1629 Jan Pieterzoon Coen. J.P. Coen juga adalah penerbit Bataviasche Nouvelle, surat kabar pertama di Indonesia yang terbit tahun 1744, satu abad setelah J.P. Coen meninggal.


B. DEFINISI IKLAN

Menurut Russel & Lane (1990), iklan adalah suatu pesan yang dibayarkan oleh sponsor dan disampaikan melalui beberapa medium komunikasi massa. Sedangkan menurut Gilson & Berkman (1980), iklan juga merupakan media komunikasi persuasif yang dirancang untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya objektifitas atau tujuan pemasaran (dalam Nugroho, 2009).

Iklan dapat diartikan sebagai berita pesanan (untuk mendorong, membujuk) kepada khalayak/orang ramai tentang benda atau jasa yang ditawarkan. Iklan dapat pula diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak/orang ramai mengenai barang atau jasa yang dijual dan dipasang di dalam media massa, seperti surat kabar/koran, majalah dan media elektronik seperti radio, televisi dan internet. Dari pengertian iklan tersebut dapat disimpulkan bahwa iklan dibuat dengan tujuan untuk menarik perhatian dan mendorong atau membujuk pembaca iklan agar memiliki atau memenuhi permintaan pemasang iklan (dalam Andaiyani, 2010).

Menurut Rhenald Kasali (1992:21), secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli. Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa (dalam Sulistyawati, 2007).

C. SYARAT DAN KARAKTERISTIK IKLAN

1. Syarat-syarat Iklan (dalam Andaiyani, 2010):

a. Bahasa Iklan

1) Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis.

2) Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif.

3) Disusun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan.

b. Isi iklan

1) Objektif dan jujur.

2) Singkat dan jelas.

3) Tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain.

4) Menarik perhatian banyak orang.

2. Karakteristik Iklan

Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain (dalam Sulistyawati, 2007):

a. Suatu bentuk komunikasi yang berbayar.

b. Nonpersonal komunikasi.

c. Menggunakan media massa sebagai massifikasi pesan.

d. Menggunakan sponsor yang teridentifikasi.

e. Bersifat mempersuasi khalayak.

f. Bertujuan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.

D. FUNGSI DAN TUJUAN IKLAN

1. Fungsi Iklan

Gilson dan Berkman (1980) mengatakan bahwa dalam membantu program penjualan suatu produk atau jasa, iklan berfungsi untuk menarik perhatian dan menyimpankan informasi mengenai produk atau jasa tersebut ke dalam ingatan seseorang (dalam Nugroho, 2009). Walaupun iklan secara tidak langsung menimbulkan perilaku membeli, iklan dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli. Menurut Gomez dan Arante (dalam Wahyudi, 1994), melalui iklan pula pengusaha berupaya meningkatkan penjualan produk atau jasa dengan cara menarik perhatian, mempengaruhi pesepsi, mempermudah ingatan khalayak serta menghasilkan sikap tertentu terhadap merek yang diiklankan, sehingga masyarakat berkeinginan untuk mencoba produk tersebut (dalam Nugroho, 2009).


2. Tujuan Iklan

Menurut Kotler (1998) tujuan iklan mecakup tiga hal, yaitu untuk (dalam Nugroho, 2009):

a. Menginformasikan (informative advertising), misalnya adanya pemunculan produk baru, perubahan harga, dimana produk dapat diperoleh, koreksi impresi yang salah, meredakan kecemasan konsumen dan membangun image konsumen.

b. Membujuk (persuasive advertising), yaitu menciptakan preferensi terhadap salah satu merek, mengganti merek, merubah persepsi terhadap atribut produk dan membeli sekarang juga.

c. Mengingatkan (reminder advertising), bahwa produk tersebut mungkin akan diperlukan di masa yang akan datang, dimana harus membeli dan memelihara kesadaran (awareness) akan adanya produk tersebut.

E. JENIS-JENIS IKLAN

Berdasarkan tujuannya, iklan diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yakni (dalam Sulistyawati, 2007):

1. Iklan Informatif (Informative Advertising).

Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a) Bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.

b) Menginformasikan perubahan harga dan kemasan produk.

c) Menjelaskan cara kerja produk.

d) Mengurangi ketakutan konsumen.

e) Mengoreksi produk.

2. Iklan Persuasif (Persuasive Advertising).

Iklan ini mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

a) Bertujuan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa.

b) Mempersuasif khalayak untuk memilih merk tertentu.

c) Menganjurkan untuk membeli.

d) Mengubah persepsi konsumen.

e) Membujuk untuk membeli sekarang.

3. Iklan Reminder (Reminder Advertising).

Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a) Bertujuan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa.

b) Mengingatkan bahwa suatu produk memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat.

c) Mengingatkan pembeli dimana membeli produk tersebut.

d) Menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind).

e) Menjalin hubungan baik dengan konsumen.

Sumber Referensi:

Andaiyani. (2010, Oktober). Pengertian iklan. http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/commercial-companies/2043787-pengertian-iklan/. (Diambil 14 November 2010).

Nugroho, Putri W. (2009). Pengaruh pesan iklan televisi terhadap intensi pembelian produk pemutih kulit pada remaja putri. Skripsi (tidak diterbitkan). Jakarta: Program Sarjana Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.

Sullistyawati, Enik. (2007, Desember). Jenis iklan dan contohnya. http://enikkirei.multiply.com/journal/item/12/Jenis_Iklan_dan_Contohnya. (Diambil 14 November 2010).

Wikipedia. (2010, November). Iklan. http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan. (Diambil 14 November 2010).